SanG BaYAnG

seni

Kontroversi Wayang Techno

by SanG BaYAnG on Nov.25, 2009, under Budaya, Ngawi, selayang pandang, seni

Wayang techno merupakan sebuah terobosan baru dalam  sejarah dunia pewayangan dan bisa di katakan sebagai seni pertunjukan wayang kontemporer berpangkal pada wayang purwa yang telah di kembagkan dan di kemas sedemikian rupa sehingga melahirkan sebuah kreasi seni generasi baru tanpa meninggalkan khasanah dan budaya yang telah ada pada wayang purwa atau wayang kulit yang di kenal oleh masyarakat selama ini. (continue reading…)

13 Comments :, more...

Kesenian Rakyat Lereng Merapi.

by SanG BaYAnG on Jan.19, 2009, under seni

Kesenian Rakyat Lereng Merapi

Kesenian Rakyat Lereng Merapi

Kesenian rakyat adalah sebuah kesenian yang tumbuh di lingkungan masyarakat pedesaan berlatar belakang sebuah tradisi adat dan budaya yang di wariskan secara turun temurun.
Kesenian rakyat telah mengalami banyak perkembangan karena adanya kesadaran masyarakat akan seni dan berkesenian hingga membuahkan karya kesenian rakyat baru dari hasil kreatifitas anggota masyarakat. Seperti halnya sebuah kesenian rakyat yang berkembang di sekitar lereng gunung merapi saat ini. Di lereng gunung merapi telah tumbuh sebuah kesenian rakyat dari hasil kreasi masyarakat setempat yang di mainkan oleh kelompok-kelompok atau group kesenian,kesenian rakyat ini memampilkan sebuah tarian di iringi dengan musik kayak sebuah reog atau kuda lumping (namun reog yang biasa di pertunjukan di sini berbeda dengan reog ponorogo) dan kesenian ini menggunakan sebuah kostum ala penduduk asli amerika yaitu suku indian.

Dalam pertunjukan kesenian rakyat lereng merapi menampilkan suasana yang berkesan sangat meriah dengan banyaknya para pemain,kostum berumbai-rumbai,teriakan girang para penari dan gemrincing suara klintingan (lonceng kecil berbentuk bulat) saling berpadu,bersahut-sahutan dengan suara musik pengiring dan vokal (penyanyi),alhasil penontonpun terpikat seolah-olah jadi terbius dan enggan untuk beranjak dari tempat duduk,para penaripun tak memberi kesempatan penonton untuk bergeming sedikitpun dengan ulahnya yang selalu mengundang perhatian masa. Benar-benar sebuah trik dan strategi seni pertunjukan yang sangat sempurna.
Dari kesempatan menyaksikan pertunjukan yang berbeda-beda,setelah mengamati dan bertanya sana-sini untuk menggali informasi akhirnya menemukan sebuah kesimpulan bahwa kesenian rakyat yang berkembang di lereng merapi merupakan sebuah kesenian rakyat murni karya cipta kreasi masyarakat modern yang di pertunjukan sebagai sarana hiburan,kesenian rakyat ini adalah kesenian rakyat modern dan bukan kesenian rakyat tradisional berdasarkan pertimbangan pola tarian dan tampilan kostum yang tidak mencerminkan pakain adat manapun yang ada di tanah air terutama pakaian adat jawa.

Adanya kesenian baru di lereng merapi ini sebagai bukti kesadaran masyarakat lereng merapi untuk berkesenian yang telah memunculkan sebuah kesenian rakyat baru dari hasil kreatifitas anak bangsa yang patut di catat dan perhitungkan keberadaanya. Akankah kesenian rakyat ini menjadi sebuah kebudayaan baru? Sejauh ini belum ada yang tahu.

1 Comment more...

Penikmat Seni

by SanG BaYAnG on Jan.11, 2009, under seni


Seni adalah hasil karya cipta manusia yang memiliki nilai estetika dan artistik.Di jaman serba modern ini bentuk seni telah memiliki banyak perkembangan dan berbagai macam bentuk aliran ,pandangan dan pengertian.
Dalam berwawasan seni mesti memiliki penentuan pandangan,sikap,pendekatan untuk memahami dan mengerti tentang prinsip-prinsip berkesenian terhadap sebuah karya seni.
Definisi pengertian seni berasal dari istilah sebuah kata art(latin) yang berarti kemahiran/keahlian,di indonesia di ungkapkan sebagai pemujaan terhadap sesuatu dan dalam bahasa jawa di sebut dengan rawit yang berarti ruwet.
Pandangan pengertian seni menurut Ki hajar dewantara adalah segala bentuk perbuatan yang timbul dari perasaan dengan sifat indah yang menggerakan jiwa perasaan,dalam pandangan Ahdian seni merupakan kegiatan rokhani yang merefleksikan realitas ke dalam suatu karya yang memiliki bentuk dan isi untuk membangkitkan pengalaman-pengalaman tertentu ke dalam rokhani para penerima,sedangkan plato reuseu berpendapat bahwa seni tercipta dari hasil peniruan bentuk alam dengan segala seginya,dengan berbagai macam pengertian dan pandangan seni ini dapat di simpulkan seni merupakan suatu perwujudan sebuah bentuk dari hasil cipta-karya-rasa manusia yang di tuangkan dalam bentuk tiruan benda,keadaan alam dan kehidupanya.
Seni terbagi menjadi dua macam bentuk di antaranya : Seni Primitif dan Seni Klasik.
Seni primitif lahir dari bentuk kebudayaan awal suatu adat yang belum mendapat dari luar,seni primitif berpedoman pada aturan-aturan adat dan kaidah yang di wariskan secara turun-temurun.
Seni klasik yaitu sebuah seni yang telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan dengan mengolah kaidah sebelumnya.
Dalam perkembanganya seni terbagi dalam dua jenis yaitu seni murni dan seni pakai,seni murni merupakan hasil karya seni yang dapat di nikmati secara langsung,hasil seni ini dalam di nikmati dalam bentuk patung,lukisan,musik,tari dan masih banyak seni-seni lain yang dapat di nikmati secara langsung tanpa menggunakan perantara,sedangkan seni pakai adalah sebuah hasil karya cipta yang sengaja di buat memiliki manfaat bagi kehidupan para pemakai,hasil seni ini di buat untuk mendukung kepentingan/kebutuhan hidup sehari-hari sebagai perlengkapan perabot rumah tangga,busana dan hasil karya lai yang di cipta untuk mendukung kepentingan kebutuhan.
Seni di cipta untuk di nikmati berdasarkan fungsi dan kegunaanya,untuk menikmati sebuah seni di perlukan pengertian terhadap seni itu sendiri,para pujangga berkata Tak Kenal Maka Tak Sayang,maka mengenal dan mengerti seni di butuhkan untuk dapat menerima dan menikmati seni,agar seseorang dapat menilai,menghargai,memanfaatkan dan menempatkan sebuah hasil karya seni dengan tepat sesuai fungsi dan kegunaanya untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan tujuan dan maksud terciptanya sebuah hasil karya seni itu sendiri.

Leave a Comment more...

Gambyong Deso

by SanG BaYAnG on Dec.10, 2008, under Budaya, seni

Gambyong merupakan warisan budaya yang unik dan jarang kita temukan di daerah lain. Gambyong masih menjadi tradisi bagi masyarakat ngawi untuk menghibur para tamu undangan dalam suatu acara pesta rakyat dan pesta khajatan tertentu,masyarakat ngawi sering menyebut gambyong dengan istilah gambyong ndeso karena sesuai dengan keberadaanya yang banyak di jumpai di daerah pedesaan. Dengan adanya kesenian rakyat ini bisa menjadi wahana hiburan bagi masyarakat dan bila pemerintah daerah memberi perhatian lebih pada perkembangan kesenian tradisional,mungkin gambyong akan lebih di kenal masyarakat luas,seperti adanya kesenian reyog ponorogo,barong-bali atau barongsai dari cina,semuanya berawal dari sebuah pertunjukan seni tradisional lokal namun bisa di kenal bayak lapisan masyarakat bahkan sampai mancanegara. Bayak seni tradisional lain yang hampir memiliki kesamaan dengan gambyong seperti di jawa barat kita kenal dengan tari jaipong-nya,di banyuwangi memiliki kesenian khas yang di sebut gandrung dan masih banyak kesenian daerah lain dengan tampilan yang hampir sama dengan nama berbeda,semua perbedaan itu berdasarkan latar belakang daerah tersebut dengan unsur budaya,tradisi,adat istiadat,sejarah malah kadang juga berdasarkan mitos asal usul suatu tempat yang di yakini oleh masyarakatnya.
Gambyong punya sudut pandang relatif negatif di mata masyarakat pada umumnya karena di dalam pertunjukan gambyong selalu identik dengan adanya miras yang mewarnai pertunjukan,seolah sudah menjadi syarat sebuah tradisi bagi penggemar gambyong,antara gambyong dan miras sulit di pisahkan,keberadaan keduanya di ibaratkan bagai sayur dan garam ,kini negatif atau positif sudut pandang kita tergantung dari sisi mana kita memandangnya,yang jelas gambyong adalah warisan budaya yang harus kita pertahankan keberadaanya dan wajib kita uri-uri sebagai kabudayan jawi.

Leave a Comment more...

Seni Gambyong Ngawi

by SanG BaYAnG on Dec.07, 2008, under Budaya, seni

Gambyong sering di kenal dengan istilah tayub atau cokek dan gambyong adalah sebuah seni tradisional warisan budaya murni dari jawa yang sering di pertunjukan di daerah ngawi dan sekitarnya,pertunjukan gambyong masih bisa di lihat dalam acara pesta pernikahan,khitanan dan upacara-upacara tradisional di daerah pedesaan pada umumnya.
Gambyong menampilkan sebuah tarian yang di mainkan oleh beberapa orang kledek (penari) dan tamu undang yang dapat kehormatan untuk menari bersama sang penari,tarian gambyong di iringi lantunan suara gending dari sinden (penyanyi) berpadu dengan suara gamelan alat musik tradisional yang di sebut gong dan alat musik lain yang di main (di tabuh) oleh para nayogo.
Dalam perkembanganya seni gambyong telah mengalami banyak perubahan mulai dari penari,gending dan musik pengiringnya. Penari telah bertambah dengan adanya penari-penari liar dari para penonton yang masuk ke arena hingga membuat pertunjukan gambyong bak pertunjukan orkes dangdut lesehan di mana seorang penyanyi di kerumuni banyak orang sedang berjoget,lantunan lagu atau gendinyapun juga banyak di ambil dari lagu-lagu dangdut populer terbaru,gambyong tetap di iringi dengan alat musik tradisional yang telah di kolaborasi dengan alat-alat musik modern lain.
Gambyong mengandung makna simbolik dan filosafi percintaan pasangan remaja yang sedang di mabuk kasih asmara penuh dengan suasana sakral dan magis. Gambyong merupakan warisan seni budaya tradisi dari nenek moyang,kekayaan budaya bangsa yang beragam wajib kita jaga dan lestarikan sebagai wujud peduli pada negri dan citra bangsa. Dengan besarnya kekayaan budaya yang beraneka-ragam,sebuah bangsa akan menjadi lebih besar.

1 Comment more...

Kerajinan Kuningan

by SanG BaYAnG on Nov.29, 2008, under seni

Desa bedono adalah sebuah desa yang di lalui jalur lintas semarang jogja,di desa ini banyak usaha kerajinan kuningan yang telah mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat bedono dan sekitarnya. Kerajinan kuningan desa bedono menggunakan media dasar kuningan berupa plat/lembaran kuning dengan tebal kurang dari 0,5mm sedangkan panjang dan lebar di sesuaikan dengan ukuran bingkai/frame kadang juga berdasarkan pesanan pembeli. Dalam proses pembuatanya membutuhkan waktu berhari-hari di awali dengan cara menggores pakai pensit berdasarkan desain,terus menimbulkanya dengan alat penyodok sesui dengan dimensi atau anatomi gambar yang di inginkan,setelah itu masih melalui beberapa tahap hingga proses terakhir yaitu memberinya bingkai.
Kerajinan ini menampilkan karya seni relief kaligrafi dan gambar dengan berbagai motif dan tema yang pada umumnya hampir memiliki kesamaan dengan motif-motif relief lain terutama motif pada seni relief ukir.
Pada dasar fungsi dan kegunaanya hasil kerajinan ini di gunakan sebagai ornamen untuk menghiasi suatu tempat atau memperindah suatu ruangan dengan tampilan warna kuning keemasan berkesan mewah.
Harga hasil kerajinan ini relatif murah dan terjangkau karena berkisar antara Rp.250.000 sampai Rp.1juta tergantung dari ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatanya.
Dalam perkembanganya sejauh ini belum banyak mengalami perubahan karena dari proses awal hingga akhir masih menggunakan tenaga manual.

Leave a Comment more...