Budaya
Kontroversi Wayang Techno
by SanG BaYAnG on Nov.25, 2009, under Budaya, Ngawi, selayang pandang, seni
Wayang techno merupakan sebuah terobosan baru dalamĀ sejarah dunia pewayangan dan bisa di katakan sebagai seni pertunjukan wayang kontemporer berpangkal pada wayang purwa yang telah di kembagkan dan di kemas sedemikian rupa sehingga melahirkan sebuah kreasi seni generasi baru tanpa meninggalkan khasanah dan budaya yang telah ada pada wayang purwa atau wayang kulit yang di kenal oleh masyarakat selama ini. (continue reading…)
Gambyong Deso
by SanG BaYAnG on Dec.10, 2008, under Budaya, seni
Gambyong merupakan warisan budaya yang unik dan jarang kita temukan di daerah lain. Gambyong masih menjadi tradisi bagi masyarakat ngawi untuk menghibur para tamu undangan dalam suatu acara pesta rakyat dan pesta khajatan tertentu,masyarakat ngawi sering menyebut gambyong dengan istilah gambyong ndeso karena sesuai dengan keberadaanya yang banyak di jumpai di daerah pedesaan. Dengan adanya kesenian rakyat ini bisa menjadi wahana hiburan bagi masyarakat dan bila pemerintah daerah memberi perhatian lebih pada perkembangan kesenian tradisional,mungkin gambyong akan lebih di kenal masyarakat luas,seperti adanya kesenian reyog ponorogo,barong-bali atau barongsai dari cina,semuanya berawal dari sebuah pertunjukan seni tradisional lokal namun bisa di kenal bayak lapisan masyarakat bahkan sampai mancanegara. Bayak seni tradisional lain yang hampir memiliki kesamaan dengan gambyong seperti di jawa barat kita kenal dengan tari jaipong-nya,di banyuwangi memiliki kesenian khas yang di sebut gandrung dan masih banyak kesenian daerah lain dengan tampilan yang hampir sama dengan nama berbeda,semua perbedaan itu berdasarkan latar belakang daerah tersebut dengan unsur budaya,tradisi,adat istiadat,sejarah malah kadang juga berdasarkan mitos asal usul suatu tempat yang di yakini oleh masyarakatnya.
Gambyong punya sudut pandang relatif negatif di mata masyarakat pada umumnya karena di dalam pertunjukan gambyong selalu identik dengan adanya miras yang mewarnai pertunjukan,seolah sudah menjadi syarat sebuah tradisi bagi penggemar gambyong,antara gambyong dan miras sulit di pisahkan,keberadaan keduanya di ibaratkan bagai sayur dan garam ,kini negatif atau positif sudut pandang kita tergantung dari sisi mana kita memandangnya,yang jelas gambyong adalah warisan budaya yang harus kita pertahankan keberadaanya dan wajib kita uri-uri sebagai kabudayan jawi.
Seni Gambyong Ngawi
by SanG BaYAnG on Dec.07, 2008, under Budaya, seni
Gambyong sering di kenal dengan istilah tayub atau cokek dan gambyong adalah sebuah seni tradisional warisan budaya murni dari jawa yang sering di pertunjukan di daerah ngawi dan sekitarnya,pertunjukan gambyong masih bisa di lihat dalam acara pesta pernikahan,khitanan dan upacara-upacara tradisional di daerah pedesaan pada umumnya.
Gambyong menampilkan sebuah tarian yang di mainkan oleh beberapa orang kledek (penari) dan tamu undang yang dapat kehormatan untuk menari bersama sang penari,tarian gambyong di iringi lantunan suara gending dari sinden (penyanyi) berpadu dengan suara gamelan alat musik tradisional yang di sebut gong dan alat musik lain yang di main (di tabuh) oleh para nayogo.
Dalam perkembanganya seni gambyong telah mengalami banyak perubahan mulai dari penari,gending dan musik pengiringnya. Penari telah bertambah dengan adanya penari-penari liar dari para penonton yang masuk ke arena hingga membuat pertunjukan gambyong bak pertunjukan orkes dangdut lesehan di mana seorang penyanyi di kerumuni banyak orang sedang berjoget,lantunan lagu atau gendinyapun juga banyak di ambil dari lagu-lagu dangdut populer terbaru,gambyong tetap di iringi dengan alat musik tradisional yang telah di kolaborasi dengan alat-alat musik modern lain.
Gambyong mengandung makna simbolik dan filosafi percintaan pasangan remaja yang sedang di mabuk kasih asmara penuh dengan suasana sakral dan magis. Gambyong merupakan warisan seni budaya tradisi dari nenek moyang,kekayaan budaya bangsa yang beragam wajib kita jaga dan lestarikan sebagai wujud peduli pada negri dan citra bangsa. Dengan besarnya kekayaan budaya yang beraneka-ragam,sebuah bangsa akan menjadi lebih besar.


